Selasa, 17 Juni 2008

Rubah Gaya Hidup Rubah gen


Merubah Gaya Hidup Merubah Gen!!!

3 Bulan dengan Diet ala Ornish merubah 500 gen, Kebanyakan dengan efek antikanker.

By Daniel J. DeNoon
WebMD Health News

Translated by Husnul Mubarak,S.Ked

June 16, 2008 – Jika anda merubah gaya hidup anda berarti anda telah merubah gen anda.

Anda tidak dapat memiliki gen yang berbeda, namun jika anda dapat merubah perilaku hidup anda maka gen dapat merubah perilakunya (sifat) pula, dilaporkan oleh Dean Ornish,MD, dkk. dari University of California, San Francisco (UCSF).

Ornish adalah seorang professor kedokteran di UCSF dan seorang pakar diet yang telah memberitahu kami selama bertahun-tahun bahwa memperbaiki gaya hidup dapat mencegah dan bahkan menyembuhkan suatu penyakit kronis.Dan Ornish telah mengeluarkan uang untuk ucapannya tersebut dengan mendanai beberapa penelitian scientific yang mendukung argumennya.

Sekarang dengan penelitian model terbaru, Ornish bergabung dengan professor UCSF lainnya dan ketua bagian urology, Peter Caroll,MD; seorang ahli genetic kanker prostate di UCSF, Christoper Haqq, MD,PhD; dan lain-lain. Tujuan dari penelitian perintis ini adalah untuk menilai apakah gaya hidup ala Ornish dapat membantu 30 pria dengan kanker prostat resiko rendah yang memilih untuk tidak menjalani terapi lainnya kecuali jika kanker mereka memberat.

Terlalu dini untuk berkata apakah perubahan gaya hidup pria dapat mencegah kanker jauh darinya atau tidak. Namun dari hasil analisa genetic menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang sangat besar pada jaringan prostate yang belum terkena kanker hanya dalam 3 bulan.

Lebih dari 500 gen berubah pola kerjanya. Gen dengan efek bermanfaat, termasuk beberapa gen tumor-suppressing, menjadi lebih aktif. Gen dengan efek yang berbahaya dan merusak, termasuk cancer promoting gene dinon-aktifkan.

"Hal ini sangat menarik bagaimana perubahan gaya hidup dapat memiliki efek yang sagat kuat seperti obat-obat termanjur yang tersedia sekarang ini” Haqq menjelaskan dalam suatu konferensi pers “Kami, ahli onkologi medis selalu mencari-cari obat yang dapat melakukan hal ini. Sangat menyenangkan untuk mengetahui bahwa diet dan gaya hidup ternyata memiliki efek yang sama baiknya dengan terapi obat dengan efek samping yang minim”

Ornish berkata bahwa penemuan ini dapat memotivasi seseorang yang berpikir tidak ada lagi yang dapat dilakukan.

“Banyak yang berkata ‘Semuanya gara-gara gen saya, apa lagi yang saya dapat lakukan?’ Inilah yang saya katakan dengan nihilisme genetic” Kata Ornish dalam sebuah konferensi pers “Ini mungkin menjadi penawar untuk hal tersebut. Gen mungkin menjadi predisposisi kita, namun mereka bukanlah takdir kita”

Termotivasi karena memiliki kanker prostate, pria pada penelitian ini mengikuti secara total diet Ornish. Mereka memakan makanan rendah lemak, asal nabati, whole foods (makanan dengan proses yang seminimal mungkin seperti nasi, gandum,dll). Mereka jogging paling tidak 30 menit, 6 hari seminggu dan berjalan paling tidak satu jam untuk 3 hari seminggu. Setiap hari mereka menjalani teknik yoga ringan seperti stretching, pernapasan, meditasi, dan berkhayal. Dan mereka berpartisipasi dalam suatu kelompok pendukung yang didesain untuk meningkatkan dukungan dan kedekatan social.

Kapanpun Ornish menjalankan program penuhnya, ia melihat orang mulai bosan. Kebanyakan orang tidak akan dapat membuat perubahan seperti ini dalam satu malam. Namun Ornish mengatakan sangat konyol untuk menyerah dengan pendekatan seluruhnya atau tidak sama sekali. Menjalani perubahan yang dapat dilakukan dan menjalani perubahan tersebut itu hanya jika anda sudah siap, merupakan cara yang lebih realistis untuk kesehatan.

“Orang-orang memiliki pilihan pola makan yang sangat beragam” Kata Ornish. “Karena pria ini memiliki kanker prostate, maka kami memberikan mereka regimen yang intensif. Namun semakin orang-orang berubah maka semakin baik hasil yang diperoleh. Mungkin tidak terlalu penting melakukan perubahan hingga seperti ini pada orang yang tidak memiliki kanker “

Kemungkinan hal yang paling mengejutkan dari penelitian ini bahwa pria-pria ini tidak mengganti profil gen mereka, namun mereka merubah perilaku gen tersebut dengan sangat cepat.

“Orang mungkin berkata.’Mengapa harus memperdulikan hal ini?’ Namun jika mereka menyadari bahwa hanya dalam 3 bulan, perubahan ini dapat membuat perbedaan besar, mereka akan berubah pikiran” lanjut Ornish. “Hal ini bukan tentang menurunkan faktor resiko atau mencegah sesuatu yang buruk terjadi. Perubahan ini terjadi sangat cepat dan anda tidak perlu menunggu bertahun-tahun untuk mendapatkan manfaatnya.”

Ornish dan kawan-kawan melaporkan penemuan mereka ini pada majalah Proceedings of the National Academy of Science terbitan 17 Juni 2008.

1 komentar:

Anonim mengatakan...

Saat pertumbuhan janin laki-laki di rahim sampai dengan siap dilahirkan, testis berkembang di perut dan kemudian bergerak turun ke dalam skrotum melalui daerah yang disebut kanalis inguinalis. Tak lama setelah bayi lahir, kanalis inguinalis menutup, mencegah testis berpindah kembali ke perut.Penjelasan Mengenai Hernia Pada Anak Bayi Jika daerah ini tidak menutup sepenuhnya, sebuah lekukan usus dapat masuk ke dalam kanalis inguinalis melalui area lemah dinding perut bagian bawah, menyebabkan hernia. Bahaya Hernia Walaupun anak perempuan tidak memiliki testis, mereka memiliki kanalis inguinalis, sehingga dapat juga mengembangkan hernia di daerah itu.
Gejala Penyakit HerniaPada umumnya Gejala Penyakit Hernia Pasien/penderita hernia akan terasa mual pada daerah terjadinya hernia, nyeri yang keras. Terjadinya benjolan pada lokasi hernia. Terjadinya gelembung pristal yang mudah didengar. Bila otot-otot sudah mengendor, maka benjolan mulai menghilang. Kadang-kadang perut kembung disertai mual dan muntah. Untuk Gejala Penyakit Hernia pada bayi atau anak-anak bisa dilihat ketika dia sedang menangis atau ketika buang air besar dan si anak sering muntah.Sebenarnya Apa Sih Penyebab Penyakit Hernia itu? Itulah judul postingan kali ini yang akan kita bahas. Hernia adalah penonjolan yang keluar suatu organ atau bagian dari organ melalui dinding rongga yang normalnya tempat organ tersebut berada. Celana Hernia Hernia disebabkan oleh gagalnya penutupan suatu lubang normal tertentu selama perkembangan janin calon bayi, anak atau karena peningkatan tekanan intraabdominal yang terjadi saat batuk atau ketika mengangkat benda yang berat, Lokasi hernia bisa di pusar (umbilikus), ulu hati (epigastrik), inguinal dan femora.Cara Mengatasi Hernia Pada BayiPada hari ini alhamdulillah saya mempunyai kesempatan untuk menuliskan artikel mengenai Penyakit Hernia Inguinalis. Insya Alloh pada kesempatan kali ini saya akan menjelaskan mengenai Penyakit Hernia Inguinalis dan Pengertiannya.
Inilah Obat Hernia Yang Alami Juga Ampuh Untuk Bayi Anak dan Dewasa